::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan

Akhirnya..., Kuraih Juga Gelar Sarjana

Perjuangan yang panjang, terjal dan berliku menjadi warna-warni tak terlupakan sepanjang perjalanan kuliahku. Beban dan tanggung jawab itu semakin berat tatkala aku harus menyelesaikan apa yang telah aku mulai, sebuah penelitian untuk mendapatkan gelar kesarjanaan. Diawali dengan semangat dan bantuan pembimbing yang sangat berarti, aku berhasil mendapatkan bantuan beasiswa untuk penelitian, I-MHER Project.


Kisah selanjutnya terus kujalani, pengambilan sampel di tambak udang Bengkalis, lalu isolasi bakteri di laboratorium terpadu Ilmu Kelautan Faperika Unri, dilanjutkan perjalanan panjang di Biotech Center, tepatnya di laboratorium Teknologi Gen untuk menghetahui spesies bakteri yang aku isolasi. Sebulan di sana, bukanlah hal mudah, beberapa kali gagal dan ujicoba lagi, pada akhirnya aku berhasil juga.

Setelah sekian lama bertungkus lumus menyelesaiakn skripsi, menyempatkan waktu sambil bekerja, akhirnya aku berhasil melewati masa-masa yang paling menentukan. Aku berhasil ujian sarjana dan mendapatkan nilai A (dengan nilai 82,4) pada tanggal 29 November 2008. Itu merupakan hadiah untuk akhir tahun menyambut tahun baru Islam dan masehi bagiku.

Meski demikian, keberhasilanku ini bukan sebuah akhir, namun justru baru awalnya saja. Bagiku, liku-liku di depanku lebih panjang dan runyam. Meski demikian, ini harus aku syukuri, karena paling tidak, jenjang pendidikan ku di S1 ini adalah sdikit bekal untuk menapaki dunia sesungguhnya.

Read More......

Chapter 2

Kami mengawali penelitian di Biotech Center, BPPT Puspitek dengan bertemu dengan beberapa orang di dalamnya. Setelah mengetahui maksud dan tujuan kami, selanjutnya kami langsung menuju orang-orang yang akan menjadi pembimbing kami dalam melakukan riset di laboratorium ini. Suasana riset mulai terasa ketika kami berpapasan dengan orang-orang yang semuanya menggunakan jas lab.



Kami dibawa ke bagian Laboratorium Teknologi Gen, bertemu dengan orang-orangnya yang ramah sangat mengesankan. Suasana dan lingkungan yang begitu berbeda dengan Pekanbaru membuat aku banyak berpikir untuk melakukan lebih dari sekedar beradaptasi. Hari itu aku lalui dengan harapan penelitian kami dapat berjalan dengan lancar dan berhasil.

Sore yang cerah itu memaksa kami untuk mencari tempat kost. Aku pulang dari puspitek bersama rekan-rekan karyawan dan mahasiswa yang sedang penelitian, mereka menjadi kenalan baru yang sangat membantu. Kami mendapatkan kost di komplek perumahan BATAN (Batan Tenaga Atom Nasional).

Read More......

The Steps of My Research: Chapter 1

Tanggal 12 Juni 2008(hari Kamis)lalu aku memulai petualangan baru dalam rangka tugas akhir. Semua hal berkaitan dengan kesiapan sebelum berangkat telah kusiapkan di dua tas, troli dan ransel. Kali ini, aku merogoh saku dalam-dalam, soalnya aku ke Puspitek Serpong via pesawat yang bakal nangkring di Cengkareng.

Pendaratan mulus, setelah 1,45 jam mengudara dari Pekanbaru. Keluar dari bandara, aku
dan Chandra (kawan seperjuangan) bingung mau naik kendaraan apa ke serpong. Alhasil, kami dapatkan sebuah travel yang bakal berhenti di BSD, jauh sebelum lokasi Puspitek. After dari travel, kami mencari bus menuju Puspitek Serpong dengan bantuan seorang bapak yang juga dari bandara bersama kami. Alhasil, terdamparlah kami di Gate-nya Puspitek, waw....hutan rupanya.

Puspitek punya lahan yang luas, pepohonannya begitu asri mirip kebun raya Bogor. Dari satu balai ke balai pengkajian yang lainnya, jarak gedungnya begitu jauh dan terpisah oleh hutan yang rindang. Pernah terbayang kalau berjalan sendiri di malam hari...hi..hi.. pasti tak mungkin terjadi. Lama-kelamaan, kami mampu berdaptasi dengan orang-orang puspitek yang sudah berubah menjadi manusia modern yang telah memiliki tingkat teknologi ke rekayasa gen, nuklir, metalurgi, polimer, Fisika, kimia dan macam-macam pokoknya..!! Sebuah lembaga pengkajian yang sangat modern dan canggih. Bukan orang utan lagi lho..

Read More......

Susahnya Cari Sampel Udang di Tambak Bengkalis

Ini cerita saat aku mengawali perjalanan penelitian. Aku harus mencari sampel udang windu di tambak-tambak di pulau Bengkalis. Sebenarnya bukan hanya udang, tapi aku juga harus mengambil sampel air tambak dan air laut di sekitar tambak. Namun, kami menemukan kesulitan menemukan sampel udang.


Hari Kamis pagi(1/5), aku bersama chandra, teman akrab, sekaligus satu penelitian berangkat ke pelabuhan Sungai Duku menggunakan Bus dari depan kantor Riau Pos. Di pelabuhan, kami langsung pesan tiket, tak sampai 10 menit kami langsung berangkat ke Bengkalis menggunakan Bengkalis Wisata (speed boat).

Aku memang tinggal di Kabupaten Bengkalis, tapi tak di pulau Bengkalis, jadi setelah sampai aku bingung juga mau cari penginapan. AKhirnya aku dapat penginapan meriah murah, sebuah wisma dengan harga Rp.40.000 hari. Setelah istirahat 1 jam lebih, (kira jam 2 sore) kami menyusun strategi untuk menemukan tambak udang di daerah ini. Kami menuju rumah pamanku menggunakan becak, rencana kami ingin meminjam sepeda motornya. Alhasil, kami berhasil setelah kami mengobrol berbagai hal, terutama HMI (maklum kami berdua anggota HMI, dan dia mantan ketua Cabang HMI).

Sore itu (sekitar jam 4) kami mulai berpetualang mencari udang ke beberapa desa di Bengkalis. Kami menemukan dua tambak besar, namun sayang dua-duanya tak membudidayakan udang lagi. Entah berapa puluh kilometer kami berdua berjalan mencari tambak udang, namun sampai sore, tak satupun kami menemukannya. Kami pulang lagi ke penginapan.

Kami sms pembimbing, bagaiamana solusinya. Pak Feli menyuruh kami mengambil sampel udang di pasar Bengkalis, lalu air tambak dan laut tetap diambil. Lega juga rasanya.
Karena masih penasaran ada tambak udang lagi, besoknya (Jumat, 2/5) kami susuri juga sampai ke pantai Selat baru demi mendapatkan udang windu asli dari tambak. Tap apa yang terjadi? Kami hanya menemukan kesia-siaan, hanya ada satu tambak dan itupun tidak ada tambak yang membudidayakan udang windu. Meski demikian, kami berdu merasa menikmati perjalanan di pulau Bengkalis, karena sudah menjelajah sampai ke pelabuhan international Selat Baru.

Read More......

Ujian Proposal

Mundur punya mundur, akhirnya Sabtu (05/4/2008) kemarin aku akhirnya seminar proposal juga. Ceritanya sih panjang banget, tapi yang aku tulis hanya pendek. Ceritanya, Kamis aku sudah kesana kemari mencari dosen penguji. Alhasil, aku tidak mendapatkan dosen penguji yang hanya tinggal satu orang lagi, sedangkan seorang dosen penguji telah standby kapanpun aku seminar. Pembimbingku sendiri, Prof. Dr. Feliatra DEA, men"deadline" aku sampai hari Sabtu.


Aku bingung sendiri, karena semua dosen yang berhubungan dengan penelitianku tidak ada yang bisa hari Sabtu. Hari Jumat semua dosen IK (Ilmu Kelautan) rapat. Saat itulah Pak Feliatra menggandeng Dr. Joko Samiaji untuk mau menjadi pengujiku. Alhasil, pak Joko bersedia karena dia merasa kasihan tidak ada dosen yang mau menjadi pengujiku, (hiks..hiks...dia bilang ke aku begitu). Dia sendiri sebenarnya ahli di bidang botani laut, bukan mikrobiologi. Selain itu, dia juga ketua IM Here (proyek yang mendanai penelitianku, beasiswa gitulah..).

Saat seminar (Sabtu, 05/04) aku mendapat banyak pertanyaan dari pembahas. Beberapa pertanyaan mereka aku kesulitan menjawab, aku bisa menjawabnya dengan mengira-ngira. Ternyata benar juga. Saat penguji memberi pertanyaan, ternyata aku benar-benar kelimpungan, ada metode yang tidak aku kuasai. Tapi, kondisi masih aku lalui, aman.

Berakhir sudah kekhawatiran pertama... Beberapa hari kemudian aku melihat nilai seminar proposal, B. Alhamdulillah...

Read More......

Cari Judul, Eh...Dapat Betul

Meski hari-hari full job, tapi saya masih mikirin kuliah looh.. He...he.. Ya iyalah, soalnya mendengar pengalaman senior-senior yang udah kerja sambil kuliah, mereka banyak yang molor tamat sepanjang-panjangnya. Bahkan ada yang tak selesai. Alhmadulillah sekali, walau sibuk di kantor, sesekali saya pasti ngampus, lihat-lihat informasi, siapa tahu ketiban proyek...eh ketimpuk proyek dosen kali ya.

Alhasil, memang betul. Sehabis pulang latihan Diving di Kalinjuhang, eh HP saya bunyi. Candra kebetulan memberi informasi tentang adanya penelitian yang ditawari oleh dosen. Apalagi, kesempatan tidak datang dua kali, dan saya pun langsung meluncur ke TKP, alias di Lemlit Unri ketemu langsung sana Prof. Felitara. Konusltasi sebentar, sayapun dapat judul skripsi tentang Mikrobiologi laut, tepatnya di analisi bakteri penyakit udang dengan analisis 16S rDNA.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan penelitian ini dan mencoba mendapatkan beasiswa IM-Here, program Universitas untuk membantu pendanaan penelitian mahasiswa. Doain ya, mudah-mudahan jebol... Amin.

Read More......