::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::

Ada Apa dengan Ayat-ayat Cinta

Booming film Ayat-ayat Cinta begitu dahsyat di seantero bioskop Indonesia. Pekanbaru termasuk salah satu kota yang tiketnya paling cepat habis sejak mulai dilaunch tanggal 26 Februari lalu. Aku sendiri begitu penasaran, pingin menonton meski tiketnya rebutan sama yang lain. Kesibukan kerja dan aktifitas lainnya membuat aku urung. Tapi keinginan itu tetap muncul meski pemutaran film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo tersebut telah lama diputar.



Saat masih di kantor, aku dapat telpon dari temen, ada film ayat-ayat cinta di rumah. Rasa penasaran itu harus aku akhiri malam itu juga. Kenapa penasaran? Aku mungkin balik bertanya, kenapa orang begitu ramai menonton film yang di bintangi Fedi Nuril ini di bioskop-bioskop Pekanbaru hingga rela memboking tiket terlebih dahulu?

Aku sebenarnya sudah khatam membaca Novel karangan Kang Abik ini. Setelah menonton filmnya, ternyata sama-sama menyentuh. Tapi versi film tidak berhasil membuat aku meneteskan air mata, mungkin karena nontonnya bareng atau apa. Di novelnya yang asli, aku benar-benar merasakan di Mesir, merasa hanyut dalam roman percintaan dan konflik yang sangat menyentuh. Akupun menitikkan air mata.

Sebuah film yang fenomenal dan mampu menyedot perhatian publik. Menurutku, film ini ibarat oase di tengah padang pasir dunia perfilman nasional. Lihatlah, bioskop yang filmnya Indonesia, rata-rata tengah memutar film-film yang arah tujuannya tak jelas, horor melulu. Dari jaman heng wilaheng, kita sudah kenal dengan film kuntilanaknya Suzana, film nyiblorong, entah apalah lagi. Film yang seperti inilah sebenarnya yang harus menjadi garapan para sutradara masa kini dan menjadi tontonan bangsa yang sedang kacau saat ini.



Read More......

Keutamaan Dhuha dalam Nash Hadits dan Al-Quran


Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua waktu itu?. Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu yang utama paling dalam setiap harinya.



Sahabat Zaid bin Arqam ra ketika beliau melihat orang-orang yang sedang melaksanakan shalat dhuha: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat itu dilain sa’at ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Lantas bagaimana tidak senang Allah dengan seorang hamba yang seperti ini, sebagaimana janjiNya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah
dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:35).

Disamping itu shalat dhuha ini juga dapat mengantikan ketergadaian setiap anggota tubuh kita pada Allah, dimana kita wajib membayarnya sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).

Tetapi yang lebih dalam dari itu lagi adalah shalat dhuha ini adalah salah amalan yang disukai Rasulullah saw beserta para sahabatnya (sunnah), sebagaimana anjuran beliau yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra:
“Kekasihku Rasulullah saw telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur” (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Kalaulah tidak khawatir jika ummatnya menganggap shalat dhuha ini wajib hukumnya maka Rasulullah saw akan tidak akan pernah meninggalkannya. Para orang alim, awliya dan ulama sangatlah menjaga shalat dhuhanya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafei’: Tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk tidak melakukan shalat dhuha”. Hal ini sudah jelas dikarenakan oleh seorang mukmin sangat apik dan getol untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya”.

"Dari Abu Huraerah ridliyallhu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda : Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH/MAHA SUCI ALLAH, ALHAMDULILLAH/SEGALA PUJI BAGI ALLAH, LAA ILAHA ILLALLAHU/TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, ALLHU AKBAR/ALLAH MAHA BESAR), setiap amar ma'ruf nahyil munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakukan dua rakaat shalat dhuha" (Riwayat Muslim - Dalilil Falihin Juz III, hal 627).

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari, Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia telah sadar semua itu ketetapan Allah :

"Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Ya'la).

Dengan lafadz lain berbunyi :

"Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu" (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).

Coba renungkankan isi daripada do'a setelah shalat dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz do'a tersebut diajarkan oleh Rasulullah SAW :

"Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu".

Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah (berlafadz perintah), dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh".

Itulah keistimewaan dan keutamaan shalat DHUHA, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakheratpun /di hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda Nya didalam hadits qudsi :

"Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah". (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

Sumber: internet

Read More......

Akses Internet Menggunakan Wajan Bolic


Kalian semua mungkin sudah pada kenal yang namanya wajan, bukan? Tapi dengan wajan bolic, mungkin belum semua orang tahu. Wajan yang satu ini memungkinkan kita bisa mengakses internet dari kost atau rumah kita dengan jarak maksimal 1 km dari Akses Point(AP) yang tersedia di sekitar tempat tingal kita.



Wajan bolic muncul di daerah Jawa oleh para neter mania yang menginginkan akses internet murah yang dipelopori oleh Onno W. Purwo. Antena ini digunakan untuk koneksi Internet Tanpa Kabel (Wireless Internet) menggunakan gelombang radio 2.4GHz. Pada prinsipinya, wajan bolic ini adalah Wifi yang kita gunakan untuk akses internet wireless menggunakan USB Wifi pada PC/laptop atau wireless pada laptop.

Bedanya, Wajan bolic menggunakan kuali biasa ukuran sedang sebagai media pengumpul signal dari akses poin yang dipusatkan pada USB wifi yang diletakkan pada pipa di depan kuali.

Anda sendiri bisa membuatnya jika mau. Namun, beberapa blogger di Jawa telah menawarkan berbagai macam bentuk wajanbolic mereka buat sendiri dengan kisaran Rp.300-350 ribuan. Jika ingin membuat sendiri, silahkan aja searching di google, anda bakal mendapatkan menu gratis tentang tutorial pembuatan hingga cara mengkoneksikannya ke PC/laptop anda. Meski murah, bukan berarti anda gratis mendapatkan akses internet. Anda harus tetap membayar beban pemakaian terhadap penyedia provider yang memberikan anda akses internet.

Read More......

Selamat Jalan Kawan, Menyelamlah..!

Sedih, sekaligus agak kecewa. Itulah perasaan saya ketika melepas kepergian kawan-kawan berangkat ke Tanjung Pinang, itupun hanya dalam hati. Ira, teman salah satu tim di MSDC (Marine Science Diving Club) mengirim SMS" Kami berangkat. Selamat tinggal, doakan kami ya, Sila.." Itulah bunyi SMS itu. Aku menerima pesan itu saat masih di kantor, kira-kira jam 10 malam.


Saya seperti tidak sadar, ketika HP yang saya pegang hampir jatuh ke lantai..eh ke tangan saya (didramatisir banget ya..). Sambil tidak menitikkan air mata, hati saya berujar, selamat jalan teman-teman. Saya belum bisa ikut, mudah-mudahan lain waktu. Saat itu saya merasa sendiri, seolah teman-teman yang biasa satu kolam ketika latihan, satu oplet ketika berangkat membawa peralatan SCUBA, dan rekan-rekan satu tim yang sangat solid ketika di sekre, ketika di kantin, dan di mana saja tiba-tiba terasa berpergian jauh meninggalkan saya sendiri, di sini.

Saya agak kecewa, karena saya gagal menjadi tim dalam ekspidisi ke Tanjung Pinang itu. Ini semua karena pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan selama itu, juga karena Kukerta yang sedang saya jalani sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, mudah-mudahan Allah memberi waktu untuk saya menyelami lautan-Nya yang penuh dengan mahluk-mahluk indah bawah air.

Ya Allah, berikanlah aku waktu untuk itu...





Read More......

Jalan Tak Kunjung Diaspal, Aktivitas Warga Palas Terganggu

Warga Sering Terpeleset, Lurah Sempat "Ngantor" di Rumah Warga
Laporan Sila Sazali, Pekanbaru redaksi@riautoday.com
Tingginya frekuensi hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkankerusakan jalan Damai, kelurahan Palas Kec. Rumbai, semakin parah. Padahal, jalan ini adalah akses satu-satunya menuju kantor kelurahanPalas, Kec. Rumbai dari jalan Siak II.
Jika ingin menuju ke kantor kelurahan Palas, jangan harap bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Selain jalannya yang rusak berat, terdapat dua jembatan seadanya untuk menyeberangi parit besar menuju ke kantor Lurah Palas.



Terhadap kondisi yang terjadi, Warga mengaku sangat kesulitan melalui jalan ini, bahkan tak jarang warga yang jatuh terpeleset akibat melalui jalan ini saat musim hujan tiba. Menurut Plt lurah Palas, Rizki Hidayat, sebagian warga yang berkerja sebagai petani juga mengeluhkan buruknya kondisi jalan sehingga mereka kesulitan mengangkut hasil pertanian mereka, seperti jagung, pisang, sawit serta hasil perkebunan lainnya. Menurut alumni STPDN ini, pegawai kantor lurah Palas pun rela berjalan beratus-ratus meter menuju kantor mereka, bahkan semua pegawai pernah terjatuh saat melalui jalan ini, termasuk dirinya. Mereka juga pernah mengangkat mesin tik dan berkas-berkas yang ada di kantor lurah untuk dibawa dan dikerjakan di rumah warga, karena jalan tak bisa dilalui kendaraan.

Kondisi ini sebetulnya sangat ironis dengan kemegahan gedung kantor lurah yang baru ditempati. Kantor ini selesai dibangun pada pertengahan 2007, pada lahan seluas 8000 m2. Kantor kelurahan Palas sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup, mulai dari gedung yang berlantai 2, tower tanki air, serta beberapa set komputer. Tidak adanya suplai listrik membuat fasilitas yang ada tidak termanfaatkan, termasuk untuk membuat surat-surat, pegawai kantor lurah Palas masih menggunakan mesin tik.

Saat ditanya adakah tanggapan pemerintah untuk pembangunan jalan ini, lurah yang sedang menyelesaikan studi S2 ini mengaku hal tersebut sebenarnya telah diusulkan dalam Musrenbang tahun 2004, serta diperhatikan berbagai pihak, Termasuk dari DPRD Kota Pekanbaru. Namun menurutnya, hingga sekarang sama sekali belum nampak realisasinya. Lurah yang belum dilantik ini mengaku belum mengetahui informasi terkini tentang rencana pembangunan jalan tersebut. Dia berharap, kondisi ini bisa secepatnya ditindak lanjuti oleh Pemko Pekanbaru,demi terlaksananya pelayanan prima bagi masyarakat.(aza)

Read More......