::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::

Rahasia Fadhilah Shalat Berjamaah

Semua muslim mungin sudah tahu, bahwa sholat berjamaah memiliki nilai yang lebih mulia daripada shalat sendiri. Sudah jelas diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muttafaq’ alaihi bahwa shalat berjamaah memiliki 27 derajat pahala lebih tinggi dari pada sholat sendiri dengan pahala 1 derajat.

Shalat berjamaah di masjid buat seorang laki-laki lebih utama dari pada shalat berjamaah di rumahnya. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini: Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR Muttafaq ‘alaihi)

Dan riwayat kedua namun lewat jalur Abi Hurairah ra. disebutkan, “dengan 25 bagian.” Dan dari riwayat Abi Said menurut Bukhari dengan lafadz; “derajat.”

Sebagian ulama menafsirkan hadits Rasulullah SAW tentang fadhilah shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian atau 25 bagian, dengan memberikan beberapa ketentuan, yaitu shalat berjamaah itu dilakukan di masjid di awal waktu.

Adapun shalat berjamaah di rumah, atau di masjid tapi di luar shalat berjamaah yang utama, atau shalat sendirian tapi di masjid, semuanya di luar maksud hadits di atas.

Fadhilah Dibalik Shalat Jamaah di Masjid

1. Sebelum berjalan ke masjid, ketika seseorang berwudhu’ di rumahnya, bukan berwudhu’ di masjid, dia telah mendapatkan pahala atas wudhu’nya.
2. Ketika dia memakai pakaian dan wewangian dengan niat karena akan masuk masjid, maka dia akan mendapat pahala tersendiri. Karena Allah SWT telah memerintahkan agar seseorang berhias setiap masuk masjid.
3. Ketika seseorang berjalan ke masjid dengan melangkahkan kaki, maka tiap langkah kakinya itu mendapatkan kebaikan tersendiri yang mendatangkan pahala.
4. Ketika masuk masjid, seseorang akan mendapat pahala bila membaca doa masuk masjid.
5. Masih ketika masuk masjid, dia juga akan mendapatkan pahala ketika melangkah dengan kaki kanannya.
6. Begitu masuk masjid, seseorang akan mendapat kesempatan mendapatkan pahala dari shalat tahiyatul masjid.
7. Kemudian ketika seseorang duduk di masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat, dia sudah terbilang melakukan i’tikaf bila dia meniatkannya. Menurut mazhab As-syafi’iyah, i’tikaf bisa dilakukan asalkan dengan niat dan berdiam di masjid, meski hanya sesaat saja.
8. Begitu adzan berkumandang, dia juga akan mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala tersendiri dengan mendengarkan adzan dan menjawabnya. Apalagi bila dia sendiri yang melakukan adzan.
9. Setelah mendengar adzan, dia akan mendapatkan kesempatan mendapatkan kebaikan lagi ketika membaca doa setelah adzan.
10. Selesai doa adzan, dia akan mendapatkan lagi kesempatan mendapat pahala dengan shalat sunnah qabliyah.
11. Setelah iqamat didengungkan, lalu imam mengatur barisan, dia akan mendapatkan pahala lagi bila ikut memperhatikan imam dan mengatur barisannya agar lurus dan rapat.
12. Pada saat shalat jamaah dilaksanakan, dia akan mengikuti semua gerakan imam dengan baik. Kalau imam berdiri, maka dia berdiri, kalau imam rukuk, maka dia rukuk, kalau imam sujud maka dia ikut sujud. Semua tindakannya mengikuti imam itusudah mendatangkan pahala tersendiri.
13. Ketika imam sampai pada bacaan “waladhdhaallin”, maka dia menjawab, “amiin.” Jawaban itu mendatangkan pahala tersendiri.
14. Dia juga akan mendapatkan pahala tersendiri ketika mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, dibandingkan saat shalat sendirian di rumah, atau berjamaah di rumah. Karena salam itu doa untuk orang yang di kanan dan kirinya. Dan karena di masjid jumlah jamaahnya lebih banyak, maka doa yang akan diterimanya jauh lebih banyak.
15. Selesai shalat wajib, dia akan mendapatkan pahala lagi bila membaca beberapa lafadz dzikir atau doa.
16. Kemudian kesempatan berikutnya lagi adalah ketika dia melakukan shalat sunnah ba’diyah shalat.
17. Di dalam masjid, dia tentu akan bertemu dengan banyak jamaah shalat lainnya. Ketika bertemu dan memberi salam, dia akan mendapatkan pahala tersendiri.
18. Sambil memberi salam, apabila dia juga berjabat tangan, maka dia pun akan mendapatkan pahala tersendiri.
19. Senyumnya kepada sesama saudaranya adalah sedekah. Dan ini akan menambahlagi kesempatannya untuk mendapatkan pahala.
20. Ketika hendak berpisah dengan sesama jamaah di masjid, maka dia akan mendapat pahala bila mengucapkan salam atau membalas salam.
21. Dia juga akan mendapatkan pahala bila diikuti dengan berjabat tangan ketika akan berpisah dengan sesama muslim.
22. Ketika pulang dari masjid, dia membaca doa keluar masjid. Hal itu menambah lagi pahalanya.
23. Di masjid terbuka kesempatan untuk berinfaq, maka bila dia memanfaatkan kesempatan itu, dia akan mendapatkan pahala tersendiri dari berinfaq.
24. Di dalam masjid seringkali digelar khutbah atau majelis ilmu (kultum). Bila dia mendengarkan nasehat dan penyampaian ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah SWT dan karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya, maka dia akan mendapatkan kebaikan tersendiri.
25. Ketika keluar, dia melangkah dengan kaki kirinya. Satu lagi tambahan pahala akan didapatnya.
26. Ketika pulang, dia mengambil jalan lain yang tidak sama dengan jalan yang dilewati saat pergi ke masjid. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW yang tentu mendatangkan pahala tersendiri.
27. Setiap langkah kaki saat pulang dari masjid, maka dia akan mendapatkan pahala lain tersendiri.

Butir-buitr kesempatan memetik pahala di atas bukan didapat dari nash yang sharih dan menyatu, melainkan dari berbagai dalil yang berserak-serak, kemudian dikumpulkan. Tentu saja jumlahnya tidak hanya 27 bagian saja, pasti akan ada lebih banyak lagi.

Namun uraian di atas hanya sekedar memberikan contoh salah satu versi ijtihad para ulama ketika menguraikan rahasia mengapa shalat berjamaah di masjid lebih utama dari shalat yang lainnya.

Tentu saja tidak semua orang yang shalat di masjid berjamaah akan mendapatkan semua kesempatan itu. Sebab tidak semuanya melakukan hal-hal di atas.

Tapi intinya kami ingin memberikan pemaparan bahwa di balik keutaman shalat berjamaah di masjid itu, memang ada alasan-alasan logis yang bisa ditarik sebagai landasan.

Paling tidak, hal-hal di atas akan memberikan alasan mengapa shalat berjamaah di masjid lebih utama untuk dikerjakan.

Diadopsi dari tulisan Ahmad Sarwat, Lc.



Read More......

DK PBB Mandul, Perang Jadi Tontonan Warga Israel

Sejak serangan 27 Desember 2008, Israel semakin membabi buta. Meski DK PBB telah mengeluarkan resolusiNo 1860 yang didukung 14 anggota Dewan Keamanan PBB, (AS satu-satunya anggota yang memilih abstain), Israel seolah tak bergeming. Memasuki hari ke-16 agresi Israel ke Jalur Gaza, jumlah korban agresi Israel ke Jalur Gaza keseluruhan mencapai 906 sementara korban luka-luka mencapai 4100 orang, setengahnya adalah dari anak-anak.


Ia menambahkan bahwa selama sehari kemarin Ahad (11/1) korban agresi Israel mencapai 41 orang, 14 di antaranya adalah korban dalam serangan Israel ke kampung Tel Islam, wilayah Syekh Ajalain barat daya kota Gaza. Dalam siaran berita media televisi swasta nasional, sempat ditayangkan sebuah ironisme yang terjadi dalam peperangan tak seimbang di jalur Gaza. Puluhan warga Israel dari dataran tinggi beramai-ramai menyaksikan pertempuran yang terjadi di Gaza layaknya sebuah rekreasi. Tanpa ada rasa iba mereka mengabadikan berjatuhannya peluru-peluru dari pesawat tempur Israel ke wilayah Gaza dengan kamera dan HP. Sebuah hal yang menurutku sangat beradab.

Dalam blog/hamaslovers.wordpress.com dituliskan salah satu penonton setia Perang Gaza itu adalah Moti Danino, warga Kota Sderot, Israel Selatan. Seperti biasa, Sabtu pagi pekan lalu, ia datang dengan kursi santai berbahan kanvas. Sambil menyaksikan gempuran udara dan artileri pasukan Israel, mulutnya mengunyah makanan dan minuman ringan. Ia juga menyetel radio kecil untuk mendengarkan kabar terbaru dari medan pertempuran. Israel dan Hamas masih bertempur meski Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera. Sebanyak 14 negara menyetujui kecuali Amerika Serikat yang abstain.

Pagi itu Danino tidak sendirian. Tidak jauh dari tempatnya, empat remaja duduk di atas tanah berpasir itu. “Saya tidak pernah melihat perang sebelumnya,” kata Nadav Zebari, pelajar sekolah seminari (Yeshiva) di Yerusalem. Ia menikmati pertempuran antara Hamas dan Israel itu seraya melahap sebuah sandwich dan minuman ringan.

Anda bisa bayangkan, betapa ketakutan yang dialami oleh warga Palestina saat serangan membabi buta Israel dilancarkan. Sementara, di saat yang sama, di kejauhan, sebuah tempat yang nyaman, seorang yahudi duduk dengan santai sambil bersenang-senang menjadikan itu sebagai sebuah tontonan asyik.

Read More......

Happy New Year, 1430 H and 2009 M

Tak terasa, ternyata kita udah di penghujung tahun ini. Tahun 1429 H dan 2009 M. Dua tahun ini hanya berbeda perhitungan dari pergerakan bulan dan matahari. Rasanya, aku baru kemarin menulis di akhir tahun 2007, eh ternyata sekarang aku sudah menulis kebiasaanku di tahun lalu, tapi di ujung tahun yang berbeda, tahun 2008. Aku merasa akhir tahun adalah refleksi yang paling pas untuk mengkoreksi selama satu tahun yang kita lakukan.

Sebuah perubahan datang di akhir tahun? Tidak. Perubahan hanya akan datang perlahan seiring dengan kekuatan hati dan tindakan kita yang perlahan berubah dari kebiasaan. Namun, sekali lagi, akhir tahun adalah masa yang pas melihat balik aktivitas kita selama satu tahun.

Saya selalu tertarik menulis blog di akhir tahun. Entah karena kebetulan aku lagi ingin menulis, entah karena faktor apa. Yang jelas, tahun 2008 ini, banyak sekali yang menjadi catatan perjalanan kehidupanku. Semua yang kulalui dalam setiap item agenda besarku, seolah-olah memiliki kesan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Semoga, semua memori yang tersimpan di tahun 2008 menjadi catatan untuk koreksi tahun depan yang lebih baik. Aku coba meyakinkan, bahwa tahun depan menjadi masa yang lebih baik dari pada tahun ini. Selamat tahun baru, para pembaca blogku...!!

Read More......

Dua Dekade IK, Malam Penuh Keakraban

Dua dekade Ilmu Kelautan Unri, bukanlah usia yang muda. Selama dua puluh tahun, IK Unri telah mencetak sarjana-sarjana terbaik di bidang Ilmu Kelautan. Memperingati dua puluh tahun IK inilah, alumni IK, mulai angkatan pertama ('88) sampai angkatan terakhir ('04) hadir di perhelatan ini. Bukan itu saja, acara ini juga ditambah dengan syukuran karena IK berhasil mendapat akreditasi A dari dikti.


Sebagai ajang silaturrahmi para alumni, acara ini juga ajang berkumpulnya dosen IK dan keluarga alumni. Aku sendiri, yang dalam acara in merupakan seksi acara dan kebagian tugas sebagai notulen, merasakan sebuah nuansa dan keakraban yang sangat dalam di acara ini. Bertempat di Hotel Ibis,Pekanbaru, pada tanggal 20 Doesember 2008. Pada sabtu (20 Desemberc2008) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, acara dimulai. Dipandu moderator bang Icam, acara diskusi napak tilas IK berlangsung dengan nara sumber dosen/sesepuh IK, Prof. Rasul Hamidy, Kajur IK, Dr. Sofyan Husein Srg, dan beberapa alumni IK lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Dkan Faperika dan jajaran, serta seluruh dosen IK. Diskusi hangat tentang menjawab tantangan IK ke depan berlangsung hingga pukul 16.30 WIB. Setelah diskusi, coffe break, acara dilanjutkan dengan sidang, yakni sidang pembentukan pengurus Ikatan Keluarga Alumni IK (IKAL-IK). Terpilih dalam sidang itu Deddy Adrian Kusuma (IK '90) sebagai ketua IKAL-IK setelah mengalahkan Sri Maryati.

Menjelang malam, berbagai persiapan dilakukan, termasuk gladi resik tari sambutan, dan kabaret.

Acara malam dipandu oleh Panji dan Firdaus (presenter kocak jebolan IK Idol) yang super heboh. Setelah beberapa selingan oleh dua presenter tersebut, acara dimulai dengan pembacaan ayat Suci Alquran, dan doa. Acara tari persembahan dibawakan oleh mahasiswa IK 07 dan 08, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Kajur IK, Dr. Sofyan Hussein Srg. Acara selanjutnya adalah pembacaan SK nama-nama pengurus Ikatan Keluarga Alumni IK (IKAL-IK) oleh Sekjur Ibu Ir. Irvina Nurachmi, MSc.

Pelantikan dilakukan oleh rektor Unri, Prof. Dr. Ashaluddin Jhalil, sekaligus sambutan. Dalam sambutannya, rektor mengatakan bahwa sudah saatnya alumni yang terbentuk memberikan peran serta yang kontributif dan menjadi citra almamater yang baik.

Setelah pemotongan tumpeng Ultah, Rektor meninggalkan acara. Acara dilanujutkan dengan hiburan, dan semakin meriah dengan nyanyian beberapa dosen, yakni Dr. Rifardi dan Dr. Joko Samiaji.

Acara yang ditunggu-tunggu datanga juga, yakni kabaret. Stori-nya mengisahkan kelahiran bayi mungil bernama Ilmu Kelautan. Liku-liku kehidupan dan problematika dari Ilmu Kelautan disajikan dengan sangat lucu dan kocak, mengundang gelak-tawa para hadirin.

Bagi alumni, dan temen-temen yang tidak hadir, rasanya anda melewatkan sesuatu yang sangat sakral pada malam itu... (He..he..kayak ospek di kampus Dumai aja).

Read More......

Akhirnya..., Kuraih Juga Gelar Sarjana

Perjuangan yang panjang, terjal dan berliku menjadi warna-warni tak terlupakan sepanjang perjalanan kuliahku. Beban dan tanggung jawab itu semakin berat tatkala aku harus menyelesaikan apa yang telah aku mulai, sebuah penelitian untuk mendapatkan gelar kesarjanaan. Diawali dengan semangat dan bantuan pembimbing yang sangat berarti, aku berhasil mendapatkan bantuan beasiswa untuk penelitian, I-MHER Project.


Kisah selanjutnya terus kujalani, pengambilan sampel di tambak udang Bengkalis, lalu isolasi bakteri di laboratorium terpadu Ilmu Kelautan Faperika Unri, dilanjutkan perjalanan panjang di Biotech Center, tepatnya di laboratorium Teknologi Gen untuk menghetahui spesies bakteri yang aku isolasi. Sebulan di sana, bukanlah hal mudah, beberapa kali gagal dan ujicoba lagi, pada akhirnya aku berhasil juga.

Setelah sekian lama bertungkus lumus menyelesaiakn skripsi, menyempatkan waktu sambil bekerja, akhirnya aku berhasil melewati masa-masa yang paling menentukan. Aku berhasil ujian sarjana dan mendapatkan nilai A (dengan nilai 82,4) pada tanggal 29 November 2008. Itu merupakan hadiah untuk akhir tahun menyambut tahun baru Islam dan masehi bagiku.

Meski demikian, keberhasilanku ini bukan sebuah akhir, namun justru baru awalnya saja. Bagiku, liku-liku di depanku lebih panjang dan runyam. Meski demikian, ini harus aku syukuri, karena paling tidak, jenjang pendidikan ku di S1 ini adalah sdikit bekal untuk menapaki dunia sesungguhnya.

Read More......