::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::

Instalasi di Gedung Lt.9 Kantor Gubernur


Saya dan berapa kru MLINK akhirnya sedikit bisa bernafas lega. Beberapa minggu kemarin, kami baru saja berhasil installasi jaringan internet untuk di Lt. 7 Kantor Gubernur. Kami terpaksa bolak-balik selama beberapa hari hingga kami memutuskan memakai Band 5,8 GHz, tentunya dengan Grid 5,8 Ghz plus RB 433. Sebelumnya, kami menggunakan band 2,4 GHz dengan radio AP, namun hasilnya nihil. Beberapa kali kami mencoba menggunakan radio dengan menambah kekuatan pada power, ternyata memang tidak bisa karena kabel yang dibutuhkan sangat panjang.


Itu merupakan salah satu pekerjaan kami yang memakan waktu dan tenaga, karena membutuhkan kabel yang panjang, sekitar 60-70 meter yang di ambil pada posisi paling atas gedung menuju lantai 7. Tapi, lagi-lagi grid 5,8 GHz dan RB mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Tanggapan dari kawan di Pekanbaru, hingga Jakarta muncul, saat kami gagal mendapatkan koneksi pada saat menggunakan frekuensi 2,4 Ghz. Ada yang mengatakan kami di area loss signal, dan ada yang mengatakan kepanjangan kabel. Alasan yang kedua merupakan jawaban, dan itu datang langsung dari Bos Mlink Jakarta. Kami akhirnya memutuskan menggunakan alat support 5,8 GHz dengan kabel dan panjang kabel yang sama.

Dari sini, saya punya kesimpulan bahwa, alat2 radio AP, semacam NS2, Jaht, Minitar (Support 2,4 GHz) dan lainnya memiliki keterbatasan panjang kabel sampai hanya panjang tertentu untuk dilewati data, meski power dinaikkan, mungkin kecuali jika diupgrade. Saya sadari itu, karena pada saat saya menggunakan radio NS2 adaptor POE 12v(kabel panjang sekitar 70 m), tidak bisa ping radio sama sekali, meski LAN connected. Lalu saya coba pake adaptor 24 v, radio bisa diping, bisa jg panggil radio. Meski begitu, internet tidak bisa jalan, padahal signal koneksi dengan gateway BTS sangat bagus.

Read More......

Paket Riau MLINK untuk Pelanggan

Menjawab semakin beragamnya kebutuhan bandwidth pelanggan, MLINK menyediakan beberapa paket menarik yang bisa dinikmati seluruh lapisan pelanggan. Paket-paket yang ditawarkan tersebut merupakan paket unlimited, tanpa batasan kapasitas pemakaian.

  1. Paket SOHO (Small Office or Home) atau personal, bandwitdh 128 kbps
  2. Paket SOHO, bandwidth 192 kbps
  3. Paket Office, bandwidth 256 kbps
  4. Paket Office/Warnet, bandwidth 512 kbps.
Biaya yang dibebankan kepada pelanggan meliputi biaya registrasi dan pemasangan, serta biaya pemakaian tiap bulan. Biaya-biaya tersebut adalah:
  • Paket 1: Registrasi --> Rp. 300.000,-. Biaya perbulan --> Rp. 350.000,-
  • Paket 2: Registrasi --> Rp. 300.000,-. Biaya perbulan --> Rp. 550.000,-
  • Paket 3: Registrasi --> Rp. 500.000,-. Biaya perbulan --> Rp. 1.250.000,-
  • Paket 4: Registrasi --> Rp. 500.000,-. Biaya perbulan --> Rp. 1.600.000,-
Peralatan yang diinstallasi di rumah pelanggan sifatnya dipinjamkan sampai pelanggan meminta pemutusan koneksi dengan Riau MLINK. Alat-alat tersebut adalah:
  • Radio AP (Access Point)
  • Kabel UTP sepanjang 20 m (POE dan LAN) plus RJ 45 , (Kebutuhan kabel melebihi 20 m ditanggung klien)
Bagi yang berminat untuk memiliki akses internet di rumah atau kantor anda, silahkan hubungi kami di telp (0761) 64632, atau no. HP an. Sila +6281371452920.

Read More......

Topologi Jaringan Pelanggan Riau MLINK

Berikut adalah contoh gambar jaringan pelanggan yang terhubung ke BTS Mlink.


BTS Mlink berfungsi sebagai pemancar signal akses internet dan ditangkap oleh alat (Radio AP) yang diletakkan di posisi atas rumah pelanggan menggunakan tiang. Dari Radio AP, internet dihubungkan melalui kabel UTP ke Hub/Switch ke komputer atau laptop pelanggan di rumah atau di kantor.




Read More......

Mlink, Alternatif yang Mulai Diperhitungkan

Minat masyarakat Pekanbaru terhadap internet membuat MLINK semakin mantap untuk melangkahkan kaki. MLINK menyadari betapa tingginya antusiasme masyarakat kota Pekanbaru yang butuh akan internet murah, sehinga jaringan MLINK di Pekanbaru mampu merambah di hampir seluruh wilayah kota Pekanbaru.

Kian hari, pelan-pelan pelanggan MLINK kian bertambah. Background klien juga beragam, mulai perorangan, kantor CV/PT, rumah sakit, dan dinas setingkat propinsi. MLINK terpaksa menunda pemasangan untuk sebagian klien dan memasukkan dalam waiting list karena ketebatasan supplay alat dan jumlah tenaga.

Menjadi perusahaan ISP yang maju, sesuai dengan visi perusahaan ini, tidaklah mudah. Berbagai kendala baik teknis maupun non teknis menjadi spirit kami untuk terus belajar. MLINK menyadari, di usia yang masih dini, masih ada berbagai kelemahan yang terjadi, baik yang dirasakan oleh pelanggan maupun dalam kinerja MLINK. Namun, semua itu menjadi pelajaran yang akan terus dievaluasi sehingga MLINK akan menjadi perusahaan yang prima dan terdepan dalam melayani akses internet masyarakat.

Read More......

BTS Riau MLINK Rambah Kota Pekanbaru

Berkat kerja keras dalam sebulan terakhir, akhirnya Riau MLINK mampu mendirikan 7 BTS di sekitar Pekanbaru. Yakni di tower RTV Panam, tower Radio Cendana FM, tower Pekanbaru MX, tower rumah Bpk Rida K Liamsi, tower Bpk Mulyono Pandau, tower Barabas FM, dan tower Univrab. Meski demikian, klien-klien masih terkonsentrasi di BTS Panam.

Peralatan kami bukanlah canggih, tanpa bantuan GPS, kami melakukan pointing dengan kasat mata bagi tower-tower BTS yang sangat jauh. Biasanya kami melakukan pointing dengan Google Earth untuk menandai arah Grid 5,8 GHz point to point. Alhamdulillah, sering berhasil meski signal berfluktuasi. Tool yang kami pakai juga sederahana, semisal obeng, kunci pas 10 dan 12, palu, kawat, tang krimping, isolasi, klem kabel, safety belt, plus laptop yang gonta-ganti fungisnya dan status kepemilikan..hehehehe.. Pokoknya alat2 semacam itulah. Yang jelas, RB 433+Adaptor 24 V, tibox, kabel UTP Prolink, RJ 45, mini PCI CM9, pigtail, jumper hyperlink, sektoral, omni , dan grid 5,8 GHz, itulah bahan dasar utama, yang selalu menghiasi tower-tower BTS MLINK di Pekanbaru.

Sebelum MLINK invest di Riau Pos, memang jauh berbeda dari segi kinerja, hasil dan mutu jaringan. Kini, MLINK menggunakan sistem yang sama dengan sistem yang diterapkan di PNN Pontianak yang hingga kini telah memiliki 1000 pelanggan di seluruh Kalimantan Barat.

Bukanlah mudah mengontrol jaringan yang kian menyebar luas di Pekanbaru, kami selalu menghadapi trouble yang setiap hari sudah menjadi sarapan. Baik di klien, maupun di jaringan BTS, trouble yang terjadi menjadi menu sarapan yang selalu berubah, dan terkadang membuat selera makanpun berubah. Di kalangan klien, trouble yang terjadi seringnya terletak pada kelalaian user/pelanggan. Terkadang, ketika dicheck, ternyata hanya kabel UTP yang terlepas/terpasang kurang kuat, arah alat yang berubah, sehingga internet tak bisa diakses sama sekali. Padahal, kami sudah mengingatkan akan hal-hal sepele yang seperti itu. Namanya menjual jasa, tentu kami harus terjun. Jadi slogan kami: "Siap tempur tanpa lembur...!!!" heheheh...

Read More......