::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::

Pesan Oogway: Present is Gift!

Ngomong-ngomong, ternyata tepat awal Juni kemarin aku sudah masuk tepat di usia 22 tahun. Itu artinya, sudah 22 tahun kulalui hidupku dengan segala masa laluku, dan inilah aku sekarang. Terkadang, sulit mengingat segala bentuk masa lalu yang membuat kita jadi sekarang. Kata Oogway, guru Shi-fu dalam film kungfu Panda, "the last time is history, the future is mistery, and present is gift". Betul kata Ooogway, masa lalu hanya history, takperlu dipersalahkan.



Aku sudah lama sekali tidak menulis di blok ini, tapi dalam hati ini sebenarnya tersimpan ribuan kata yang ingin meluncur di blog ini. Beberapa kali aku mencoba melihat diri ini dari dalam, ada beberapa hal yang sangat sulit untuk diubah. Itulah karakter. Terkadang kita tidak menginginkannya, namun bahkan terkadang sulit sekali hanya untuk mengubah sedikiiiit saja. Melihat pean-pesan dalam film kungfu Panda, ada banyak benarnya.

Meski begitu, jika saat ini (present) aku sedang banyak pikiran, aku pasti hampir tidak bisa menganggapnya sebagai anugerah, tapi aku ingin rasanya lari saja. Sulit menerima kata-kata anugerah. Tapi, moment Juni sebagai bulan kelahiranku, aku sedang mengupgrade semua software diriku untuk selalu menganggap hari-hari yang kulalui adalah anugerah, meskipun berat. Jika sudah menganggap anugerah, kita pasti akan menerima "hari" itu dengan pasrah, ikhlas. Inilah kebahagiann yang tidak mudah didapat dalam diri semua orang.

Read More......

Berlibur ke Pulau Pasumpahan

Pasumpahan, sebuah nama pulau kecil yang menyimpan beribu keindahan. Pulau ini masih masuk ke dalam wilayah kotamadya Padang. Waktu itu kami bersama teman-teman satu tempat KKN di kelurahan Palas mengisi waktu liburan ke sini, tepatnya tanggal 19 Mei 2008 lalu.



Read More......

Susahnya Cari Sampel Udang di Tambak Bengkalis

Ini cerita saat aku mengawali perjalanan penelitian. Aku harus mencari sampel udang windu di tambak-tambak di pulau Bengkalis. Sebenarnya bukan hanya udang, tapi aku juga harus mengambil sampel air tambak dan air laut di sekitar tambak. Namun, kami menemukan kesulitan menemukan sampel udang.


Hari Kamis pagi(1/5), aku bersama chandra, teman akrab, sekaligus satu penelitian berangkat ke pelabuhan Sungai Duku menggunakan Bus dari depan kantor Riau Pos. Di pelabuhan, kami langsung pesan tiket, tak sampai 10 menit kami langsung berangkat ke Bengkalis menggunakan Bengkalis Wisata (speed boat).

Aku memang tinggal di Kabupaten Bengkalis, tapi tak di pulau Bengkalis, jadi setelah sampai aku bingung juga mau cari penginapan. AKhirnya aku dapat penginapan meriah murah, sebuah wisma dengan harga Rp.40.000 hari. Setelah istirahat 1 jam lebih, (kira jam 2 sore) kami menyusun strategi untuk menemukan tambak udang di daerah ini. Kami menuju rumah pamanku menggunakan becak, rencana kami ingin meminjam sepeda motornya. Alhasil, kami berhasil setelah kami mengobrol berbagai hal, terutama HMI (maklum kami berdua anggota HMI, dan dia mantan ketua Cabang HMI).

Sore itu (sekitar jam 4) kami mulai berpetualang mencari udang ke beberapa desa di Bengkalis. Kami menemukan dua tambak besar, namun sayang dua-duanya tak membudidayakan udang lagi. Entah berapa puluh kilometer kami berdua berjalan mencari tambak udang, namun sampai sore, tak satupun kami menemukannya. Kami pulang lagi ke penginapan.

Kami sms pembimbing, bagaiamana solusinya. Pak Feli menyuruh kami mengambil sampel udang di pasar Bengkalis, lalu air tambak dan laut tetap diambil. Lega juga rasanya.
Karena masih penasaran ada tambak udang lagi, besoknya (Jumat, 2/5) kami susuri juga sampai ke pantai Selat baru demi mendapatkan udang windu asli dari tambak. Tap apa yang terjadi? Kami hanya menemukan kesia-siaan, hanya ada satu tambak dan itupun tidak ada tambak yang membudidayakan udang windu. Meski demikian, kami berdu merasa menikmati perjalanan di pulau Bengkalis, karena sudah menjelajah sampai ke pelabuhan international Selat Baru.

Read More......

Hari-hari Saat Ditimpa Sakit Campak

Beberapa hari yang lalu aku baru saja sembuh dari sakit campak. Itu setelah divonis oleh dokter bahwa aku menunjukkan gejala-gejala campak ketika aku terpaksa mendatangi sebuah klinik 24 jam. Awalnya aku mengira demam biasa. Tapi lama-kelamaan semua itu tidak menunjukkan seperti demam biasa.



Aku merasakan sakit di tenggorokan yang amat sangat, seolah-olah ada benjolan yang mengganggu di tenggorokan itu. Panas badanku begitu tinggi, lalu rasa sakit yang lain mengiringi, kepala yang pusing plus sakit di seluruh tubuh. Aku tak bisa apa-apa, hanya terbaring lemah merasakan semua itu.

Saat suhu badanku yang begitu tinggi, aku berpikir Allah sedang membakar dosa-dosa yang telah kuperbuat, meski hanya sebagian kecil. Aku terus berpikir, bahwa Allah masih akan tetap mengujiku hingga aku benar-benar tiak merasakan itu lagi. Tapi apa mungkin semua itu bagian dari azab Allah untuk membakar dosa atau ujian semata? Aku menganggap itu kedua-duanya.

Untunglah semua bintik-bintik merah keluar semua di semua tubuhku, setelah pamanku mengobatiku dengan bacaan doa-doanya yang ditiupkan ke segelas air. Lalu setelah itu, dia memijiti badan hingga kepalaku. Rasanya sakit sekali. Beberapa jam setelah itu, bintik2 merah keluar di sekujur tubuhku disertai panas yang sangat.

Aku bersyukur, sejak saat itulah, keadaanku berangsur membaik. Semoga Allah masih sayang kepadaku dengan ujian seperti ini.

Read More......

Oleh-oleh dari Seberang

Rasanya kesal juga tidak ikut kawan-kawan se-klub saat Ekpedisi Diving di Riau Kepulauan beberapa minggu yang lalu. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa ikut mereka gara-gara aku tak bisa meninggalkan pekerjaan di kantor.


Terkadang aku berpikir, mereka bebas sekali dalam berekpersi, berkreasi, karena waktu tidak membatasi apapun aktivitas mereka, mahasiswa. Aku juga masih mahasiswa, tapi aku sudah memiliki tanggungjawab, karena harus membiayai kuliah dengan kerja sendiri.


Aku merasa sedih dan sedikit menyesal tidak bisa ikut dalam kegembiraan kawan-kawan, ketika berenang, ketika basah oleh air laut yang biru, ketika diving kesana-kemari bagai ikan di atas karang-karang yang indah. Padahal, sepanjang hidupku, inilah yang paling kunantikan, bisa berenang-ria bersama ikan-ikan yang berwarna-warni, lalu bernyanyi bersama buih-buih gelembung regulator di atas terumbu karang. Oh..indahnya.


Selama ini aku hanya bagai katak di bawah tempurung, yang berhalusinasi berharap ada karang nan elok di dasar kolam renang tempat biasa kami latihan, Kalinjuhang. Itu tiap sabtu kami lakukan, sebagai modal dasar kami memang benar-benar bisa terjun di laut. Tapi, mungkin suatu saat, aku pasti akan merasakan hal yang sama dengan kalian, atau lebih... Aku hanya mendapatkan oleh-oleh cerita yang asyik dan foto-foto bawah air yang mengagumkan. Tapi, bukankah masih ada waktu..??

Read More......