::..Instalasi Mikrotik (router/bandwidth/wireless). Instalasi jaringan internet, LAN, mikrotik, router, hotspot dan voucher hotspot serta maintenance warnet. email:sila.sazali@gmail.com.::

Chapter 2

Kami mengawali penelitian di Biotech Center, BPPT Puspitek dengan bertemu dengan beberapa orang di dalamnya. Setelah mengetahui maksud dan tujuan kami, selanjutnya kami langsung menuju orang-orang yang akan menjadi pembimbing kami dalam melakukan riset di laboratorium ini. Suasana riset mulai terasa ketika kami berpapasan dengan orang-orang yang semuanya menggunakan jas lab.



Kami dibawa ke bagian Laboratorium Teknologi Gen, bertemu dengan orang-orangnya yang ramah sangat mengesankan. Suasana dan lingkungan yang begitu berbeda dengan Pekanbaru membuat aku banyak berpikir untuk melakukan lebih dari sekedar beradaptasi. Hari itu aku lalui dengan harapan penelitian kami dapat berjalan dengan lancar dan berhasil.

Sore yang cerah itu memaksa kami untuk mencari tempat kost. Aku pulang dari puspitek bersama rekan-rekan karyawan dan mahasiswa yang sedang penelitian, mereka menjadi kenalan baru yang sangat membantu. Kami mendapatkan kost di komplek perumahan BATAN (Batan Tenaga Atom Nasional).

Read More......

The Steps of My Research: Chapter 1

Tanggal 12 Juni 2008(hari Kamis)lalu aku memulai petualangan baru dalam rangka tugas akhir. Semua hal berkaitan dengan kesiapan sebelum berangkat telah kusiapkan di dua tas, troli dan ransel. Kali ini, aku merogoh saku dalam-dalam, soalnya aku ke Puspitek Serpong via pesawat yang bakal nangkring di Cengkareng.

Pendaratan mulus, setelah 1,45 jam mengudara dari Pekanbaru. Keluar dari bandara, aku
dan Chandra (kawan seperjuangan) bingung mau naik kendaraan apa ke serpong. Alhasil, kami dapatkan sebuah travel yang bakal berhenti di BSD, jauh sebelum lokasi Puspitek. After dari travel, kami mencari bus menuju Puspitek Serpong dengan bantuan seorang bapak yang juga dari bandara bersama kami. Alhasil, terdamparlah kami di Gate-nya Puspitek, waw....hutan rupanya.

Puspitek punya lahan yang luas, pepohonannya begitu asri mirip kebun raya Bogor. Dari satu balai ke balai pengkajian yang lainnya, jarak gedungnya begitu jauh dan terpisah oleh hutan yang rindang. Pernah terbayang kalau berjalan sendiri di malam hari...hi..hi.. pasti tak mungkin terjadi. Lama-kelamaan, kami mampu berdaptasi dengan orang-orang puspitek yang sudah berubah menjadi manusia modern yang telah memiliki tingkat teknologi ke rekayasa gen, nuklir, metalurgi, polimer, Fisika, kimia dan macam-macam pokoknya..!! Sebuah lembaga pengkajian yang sangat modern dan canggih. Bukan orang utan lagi lho..

Read More......

Pesan Oogway: Present is Gift!

Ngomong-ngomong, ternyata tepat awal Juni kemarin aku sudah masuk tepat di usia 22 tahun. Itu artinya, sudah 22 tahun kulalui hidupku dengan segala masa laluku, dan inilah aku sekarang. Terkadang, sulit mengingat segala bentuk masa lalu yang membuat kita jadi sekarang. Kata Oogway, guru Shi-fu dalam film kungfu Panda, "the last time is history, the future is mistery, and present is gift". Betul kata Ooogway, masa lalu hanya history, takperlu dipersalahkan.



Aku sudah lama sekali tidak menulis di blok ini, tapi dalam hati ini sebenarnya tersimpan ribuan kata yang ingin meluncur di blog ini. Beberapa kali aku mencoba melihat diri ini dari dalam, ada beberapa hal yang sangat sulit untuk diubah. Itulah karakter. Terkadang kita tidak menginginkannya, namun bahkan terkadang sulit sekali hanya untuk mengubah sedikiiiit saja. Melihat pean-pesan dalam film kungfu Panda, ada banyak benarnya.

Meski begitu, jika saat ini (present) aku sedang banyak pikiran, aku pasti hampir tidak bisa menganggapnya sebagai anugerah, tapi aku ingin rasanya lari saja. Sulit menerima kata-kata anugerah. Tapi, moment Juni sebagai bulan kelahiranku, aku sedang mengupgrade semua software diriku untuk selalu menganggap hari-hari yang kulalui adalah anugerah, meskipun berat. Jika sudah menganggap anugerah, kita pasti akan menerima "hari" itu dengan pasrah, ikhlas. Inilah kebahagiann yang tidak mudah didapat dalam diri semua orang.

Read More......

Berlibur ke Pulau Pasumpahan

Pasumpahan, sebuah nama pulau kecil yang menyimpan beribu keindahan. Pulau ini masih masuk ke dalam wilayah kotamadya Padang. Waktu itu kami bersama teman-teman satu tempat KKN di kelurahan Palas mengisi waktu liburan ke sini, tepatnya tanggal 19 Mei 2008 lalu.



Read More......

Susahnya Cari Sampel Udang di Tambak Bengkalis

Ini cerita saat aku mengawali perjalanan penelitian. Aku harus mencari sampel udang windu di tambak-tambak di pulau Bengkalis. Sebenarnya bukan hanya udang, tapi aku juga harus mengambil sampel air tambak dan air laut di sekitar tambak. Namun, kami menemukan kesulitan menemukan sampel udang.


Hari Kamis pagi(1/5), aku bersama chandra, teman akrab, sekaligus satu penelitian berangkat ke pelabuhan Sungai Duku menggunakan Bus dari depan kantor Riau Pos. Di pelabuhan, kami langsung pesan tiket, tak sampai 10 menit kami langsung berangkat ke Bengkalis menggunakan Bengkalis Wisata (speed boat).

Aku memang tinggal di Kabupaten Bengkalis, tapi tak di pulau Bengkalis, jadi setelah sampai aku bingung juga mau cari penginapan. AKhirnya aku dapat penginapan meriah murah, sebuah wisma dengan harga Rp.40.000 hari. Setelah istirahat 1 jam lebih, (kira jam 2 sore) kami menyusun strategi untuk menemukan tambak udang di daerah ini. Kami menuju rumah pamanku menggunakan becak, rencana kami ingin meminjam sepeda motornya. Alhasil, kami berhasil setelah kami mengobrol berbagai hal, terutama HMI (maklum kami berdua anggota HMI, dan dia mantan ketua Cabang HMI).

Sore itu (sekitar jam 4) kami mulai berpetualang mencari udang ke beberapa desa di Bengkalis. Kami menemukan dua tambak besar, namun sayang dua-duanya tak membudidayakan udang lagi. Entah berapa puluh kilometer kami berdua berjalan mencari tambak udang, namun sampai sore, tak satupun kami menemukannya. Kami pulang lagi ke penginapan.

Kami sms pembimbing, bagaiamana solusinya. Pak Feli menyuruh kami mengambil sampel udang di pasar Bengkalis, lalu air tambak dan laut tetap diambil. Lega juga rasanya.
Karena masih penasaran ada tambak udang lagi, besoknya (Jumat, 2/5) kami susuri juga sampai ke pantai Selat baru demi mendapatkan udang windu asli dari tambak. Tap apa yang terjadi? Kami hanya menemukan kesia-siaan, hanya ada satu tambak dan itupun tidak ada tambak yang membudidayakan udang windu. Meski demikian, kami berdu merasa menikmati perjalanan di pulau Bengkalis, karena sudah menjelajah sampai ke pelabuhan international Selat Baru.

Read More......